Jika kita mencoba kembali kebeberapa Tahun yang lalu bilang saja itu di bawah tahun 2011,Pangkalan Jambu masih menjadi daya tarik untuk di bicarakan dan menjadi isu yang sexy di kalangan warga di luar daerah tentu halnya dalam hal yang bernilai positif,di kalangan Pemerhati Lingkungan dan budaya ,pangkalan Jambu terkenal dengan Negeri Betuah dan memang betuah dalam mengelola sumber daya Alam yang Ada dengan turun kesawah dalam satu kali satu tahun,mungkin dengan cara bertani seperti itu telah menjadi kebiasaan nenek moyang mereka tampa ada pendidikan formal dari universitas terbesar sekali pun di Indonesia bahkan dunia dalam pemikiran mereka dengan cara tersebut unsur hara yang ada dalam tanah masih bisa terjaga,dan tanah masih tetap gembur,sebelum turun kesawah biasanya dalam 1(satu) kali setahun di lakukan ritual adat secara kecil2 bagi masyarakat tapi mempunyai nilai sacral yang tinggi,acara ini di kenal dengan Doa padang agar di tahun Tani ini hasil tani berlimpah,
Biasanya masyarakat melakukan pekerjaan di sawah dengan sisitem giliran yang biasanya di sebut (Arin) mengerjakan pekerjaan begantian dengan system pembayaran dengan tenaga walau demikian terlihat akrab ibu di sawah dengan tawa lepas mereka walau di panas terik matahari pekerjaan ini biasanya dimulai dari pukul 08,00,pagi sampai pukul 16,00 wib,dan biasanya kegiatan Arin dilakukan dengan beberapa kelompok dalam 1 Desa,dan kelompok laki – laki di bedakan dengan kelompok perempuan mungkin hal ini dilakukan agar tidak ada perbedaan karna kita ketahui bahwa perbedaan tenaga kerja laki-laki dan perempuan ..Kegiatan Arin tidak hanya dilakukan dalam hal mengerjakan pekerjaan sawah namun juga dalam beberapa Aspek Pekerjaan lainya ,
Dan selama musim turun kesawah di masing2 desa diadakan kelompok berburu agar berkuranya hama babi yang merusak tanaman padi dan kelompok itu pun di bayar bukan dengan mengunakan uang melainkan jika nantinya padi disawah warga sudah Panen masing2 ketua kelompok menjemput beras/padi kerumah masing – masing warga untuk pembayaran upah kelompok berburu dan hasil yang dikumpulkan nanti akan di bagi kepada masing –masing anggota club berburu babi,
Dan dimasa panceklik biasanya masyarakat mencari sumber pendapatan lain dengan cara mendulang emas(Ngerai) dengan membuat beberapa lubang kecil di dalam sungai yang di kenal dengan istilah (melebung) dan biasanya dilakukan di daerah uluan sungai dengan istilah (Mudik aek),dengan membawa perbekalan secukupnya untuk menginap di dalam hutan yang berada di bagian uluan sungai,walaupun terkadang ada yang dilakukan di desa biasanya di sebut dengan istilah (nembang) mengali tanah yang dimiliki oleh salah satu masyrakat dengan cara bersama dan berkelompok dan prose situ pun hanya membutuhkan beberapa mesin kecil untuk menyedot air dari lobang biasanya mengunakan mesin robbin,
Terkadang untuk para pendatang yang mengunjungi Pangkalan Jambu merupakan kepuasan tersendiri bagi mereka saat mandi di sepanjang aliran sungai yang jernih dengan beberapa batu besar dan untuk menambah asyiknya suasana biasanya kegiatan mandi dilakukan sambil menembak ikan di sungai dengan senapan ikan dan setelah dapat ikan di bakar (disepik) dan dimakan secara bersama atau dikatakan dengan (makan merawang), mungkin dengan suasana seperti ini terkadang timbul omongan dari beberapa ibu-ibu yang iseng kependatang kalau sudah minum air pangkalan jambu pasti akan kembali lagi .
Menjelang menyambut bulan puasa ada kebiasaan dan budaya masyarakat Pangkalan Jambu dengan istilah (mantai) acara pemotongan kerbau yang dilakukan secara Adat,dan biasanya dilakukan secara besar – besaran dan acara ini juga menjadi alasan bagi beberapa warga pangkalan jambu yang berada diluar (dirantau) untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul denga keluarga sambil menikmati sambal rendang kerbau ,
Bagi pecinta kuliner mungkin nama gelamai Perentak bukan asing lagi ditelinga kita ,pembuatan gelamai perentak juga dilakukan dalam 1(satu) kali dalam satu tahun biasanya di lakukan dalam pertengahan menjalankan ibadah Puasa ,disini kta juga akan menilai bahwa budaya yang ada bisa mempererat tali persaudaraan antara masyrakat secara tidak langsung ,pembuatan gelamai ini biasanya membutuhkan waktu 1 hari selama pembuatan dilakukan secara gotong royong dengan menyambangi beberapa (jarung) tempat pembuatan gelamai selama proses pembuatan akan kita lihat canda dan tawa di tempat pembuatan gelamai walau terkadang di bumbui dengan beberapa ejekan kecil kepada yang belum membuat gelamai dengan memberi minyak kepada perut yang belum membuat gelamai sehingga timbul keinginan mereka untuk membuat makan khas tersebut walaupun ini gurauan tapi menjadi alasan untuk masyarakat lainya untuk membuat hal yang sama,kegiatan pembuatan gelamai sudah merupakan ciri khas bagi masyrakat pangkalan jambu dan hal ini mungkin wajib dilakukan dalam setiap keluarga hal ini dapat kita lihat biasanya sebelum bulan ramadhan ibu – ibu sudah mulai membuat (kosang ) tempat gelamai ,sehingga kaum bapak – bapak secara tidak langsung telah dituntut untuk membuat makanan tersebut karna tempatnya sudah disediakan istrinya masing – masing ,mungkin budaya ini juga yang menginspirasi salah satu seniman Pangkalan Jambu untuk membuat lagu ( kebalai kito kebalai nungu oto kiti beduo ,gelamai jo lauk bantai baju rayo lah nunggu pulo)’
Dan dalam keluarga untuk memulai melakukan sesuatu biasanya dilakukan perundingan kecil dan bisa dilakukan jika sudah menjadi keputusan bersama dan biasanya yang memegang peran penting dalam perundingan adalah mamak dan anak jantan dalam kelurga ,jika keduanya telah member penjelasan baru semua bisa dilakukan .
Sekarang kita mencoba menyimak pada tahun diatas tahun 2012 Negeri Betuah Pangkalan Jmbu Masih menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan di berbagai Kalangan tapi dengan Isu yang Berbeda ,dimana sejak maraknya aktivitas kegiatan Pertambangan dengan mengunakan alat Berat atau istilahnya dikenal dengan ngebox dikalangan masyarakat, dimana sawah yang ada telah diubah fungsi secara besar – besaran menjadi lokasi Petambangan Emas,tampa mengenal istilah pemulihan (atau reklamasi lahan dalam istilah pertambangan),hanya meningalkan kerikil dan lobang – lobang besar di tengah exs sawah mungkin ini yang akan di wariskan untuk generasi yang akan dating,,memang di pandang dari segi ekonomi hal ini memberi dampak perubahan secara instant dalam masyarakat hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang memiliki barang mewah dan kendaraan mewah,tapi disini lah awalnya perubahan dan pergeseran nilai – nilai positip didalam masyrakat itu bergeser,tidak jarang bahkan mungkin dalam sebagian besar pembukaan lahan ini lah yang menjadi pemicu keributan dalam keluarga hal ini disebabkan karna sebagian besar lahan sawah yang berada di pangkalan jambu merupakan warisan keturunan yang dimiliki secara bersama dalam kelurga besar ,dengan adanya kegiatan penambangan disawah tersebut dalam pembagian hasil sering terjadi keributan yang menyebabnya pecahnya keakuran dalam keluarga sehingga timbul yang istilahnya siapa jago dan siapa pintar dia yang banyak memperoleh hasil sementara yang hanya bisa pasrah dan diam hanya menerima apa yang di berikan saja,
Dengan meningkatnya perekonomian di kalangan masyrakat secara tidak langsung dan tampa disadari hal ini merupakan pasar yang segar bagi beberapa dari orang yang mengambil keuntungan dari hal tersebut salah satu contohnya adalah Pasar bagi mereka yang bergerak dalam pengedaran Narkoba Generasi muda yang memiliki sejumlah uang berlebih ditawari berbagai jenis obat- obat terlarang dan ini merupakan ancaman tersendiri jika kegiatan penambangan ini berakhir dan generasi muda sudah ketergantungan pada obat-obat tersebut,di sisi lain Masyrakat juga memiliki keinginan yang tinggi untuk memperoleh dan membeli barang – barang mewah yang terkadang belum begitu dia butuhkan dalam kehidupan sehari – hari ,hal ini bisa kita lihat dan saksikan secara nyata dalam kehidupan beberapa banyak masyrakat yang membeli mobil mewah dan yang paling ironis adalah anak-anak yang belum cukup umurdan masih labil telah dibelikan kendaraan yang diluar kemampuan mereka untuk mengendarai kendaraan tersebut yang secara langsung juga berdampak pada meningkatnya jumlah kecelakaan pada anak-anak,hal yang salah dalam member kasih saying terhadap anak.pola hidup modern pun memasuki pola fikir masyrakat yang sebenarnya belum siap menjalani nya,
Dengan aktivitas penambangan yang ada juga menyebabkan pencemaran dan pendangkalan di sepanjang Aliran sungai Pangkalan Jambu yang juga Merupakan DAS sungai Mesumai dan juga SUBDAS Sungai batang hari dengan kondisi air sungai yang tercemar menyebabkan beberapa desa yang berada di bagian hilir tidak bisa memamfaatkan lagi sungai tersebut jangan kan untuk MCK untuk mengairi sawah saja tidak bisa di gunakan untuk memutar kincir air yang mengaliri air kesawah karna air sungai sebgaian besar sudah bercampu lumpur.di kalangan masyrakat yang tinggal di pangkalan jambu itu pun sendiri untuk minumpun membeli air di beberapa depot air yang tersedia aneh memang tinggal di sumber air tapi kekurangan air,
Kebudayaan yang bergeser juga bisa kita lihat dari tidak adanya lagi masyrakat yang melakukan pembuatan gelamai yang merupakan ciri khas makanan di pangkalan jambu walaupun ada mngin jumlahnya hanya dalam skala kecil dan dilakukan oleh orang- orang yang masih mempertahankan dan menyediakan oleh – oleh untuk sanak mereka yang akan berkunjung selama hari raya dan tidak semarak yang dilakukan lagi,,sekrang yang timbul di benak kita mau dikemanakan pangkalan jambu dalam beberapa tahun kedepan,,
Djasmal (Aktif sebagai Fasilitator di WALESTRA)